Jika hidup tak membiarkan dirinya memiliki kesempatan untuk memilih apa yang ia sukai, maka dalam kematian ini sekali saja, Pram ingin meminta. Pada raga yang fana, juga atma yang sewaktu-waktu menghilang lenyap seperti angin malam tanpa jejak. Agar orang-orang tau kebenaran akan kematiannya yang sesungguhnya. Seperti yang kerap kali Pram lakukan untuk mengungkapkan kisah tersembunyi lewat berita yang ia tulis pada surat kabar, pria itu hanya ingin keadilan atas segala pahit hidupnya yang panjang. Tak banyak, hanya sebuah permintaan sederhana, bukan? Ia bahkan tak meminta untuk dihidupkan kembali untuk kehidupan yang lebih baik. Sebab Pram menyadari bahwa batas waktunya di dunia adalah sesingkat ini. Sesingkat kebahagiaan yang tak pernah cukup untuk ia syukuri. Pria itu berdiri di atap g

