Esok harinya, pagi-pagi sekali wajah Jihan tampak bahagia, ia tak sabar menunggu kedatangan Rama dan Alif. Bahkan sekarang dia memasak seluruh makanan kesukaan Alif membuat Dira heran. "Astaga.. Jihan kamu sepagi ini ngapain di dapur." Cerca Dira yang kaget dengan sosok Jihan yang tengah mengiris sayur. Jihan sendiri terjenggit sambil mengelus d**a. "Masya Allah, Dira. Kamu kagetkan aku aja." Dira menggeleng kepalanya mendekati Jihan lalu meletakkan tangan sebelahnya di kening Jihan. "Ish.. Aku nggak sakit!" Jihan menepis pelan tangan Dira. "Aku pikir kamu sakit, ngapain kamu masak sebanyak ini? Kita cuma berdua, lagian Saidah mana? Kok kamu yang masak." Protes Dira dengan muka sebalnya. "Saidah aku suruh kerjakan yang lain. Aku mau masak karena suamiku kesini." Ucap Jihan antusias mem

