Rama meminta Alif bersiap-siap setelah pria itu mandi, ia berencana mengajak Alif menuju alamat yang Jihan berikan padanya. Alif mengeryit dengan sikap Rama yang memaksanya untuk berpakaian rapi. "Lo ngapain narik tangan gua! Rama.. gua kasih tau ya, gua lebih tua dari lo." Protes Alif sambil menahan tubuhnya. Namun tenaga Rama tak jauh besar darinya. "Gua nggak perduli! Sekarang juga lo ganti baju, gua tunggu di lobby. Kalau dalam lima belas menit lo nggak datang, gua seret lu!" Gertak Rama membuat Alif menatap Rama tajam. Rama dengan santai justru meninggalkan kamar hotelnya. Alif mengacak rambutnya yang masih setengah basah, pria itu tampak kesal atas sikap Rama semaunya. Ia menggeram sendiri. Dasar sialan! 'Kalau tidak ingat Rama telah membantu gua memecahkan masalah. Gua ogah ban

