Tidak ada perpisahan terindah, perpisahan tentu menyakitkan. Jihan tidak pernah tau akan seperti ini akhirnya. Dia berharap hidupnya tak lagi saling menyakitkan. Dari sisi balkon kamar rumah Beno, Jihan menatap langit biru sore itu. Dia tidak menyirat apapun, tapi Jihan yakin Alif akan mencari kelak disini. Ruangan terasa asing tidak membuat Jihan canggung disana. Baru sehari Jihan meninggalkan Alif, otaknya tiba-tiba memikirkan bagaimana pria itu menjalani hidup tanpanya. "Jihan.. Mas Beno dan Fatma harus kerja. Riska mau tinggal bersamamu, apa kamu keberatan." Ujar Beno. Ia menatap lurus adiknya dengan pandangan prihatin. Kenapa harus Jihan? Bukankah adiknya wanita yang baik lalu apa salahnya? Beno tak tega melihat Jihan menderita, pria itu berencana sore ini mengirim Jihan mendara

