"Sudah mau berangkat?" Alvaro yang sudah sampai di depan pembatas ruang tamu dengan ruang keluarga terhenti ketika mendengar ucapan nenek dari pihak ibunya. Ia membalikkan badan dengan tersenyum manis seraya mengatakan selamat pagi kepada beliau. "Alvaro berangkat dulu ya,"ucapnya sambil berbalik dan ingin pergi. "Kamu bisa mengantar adik sepupumu sebentar, kalian kan satu arah,"ucap neneknya dengan tangan terlipat dan wajah seolah memerintahnya. Tidak sopan, dia tuan muda di rumah ini. "Maaf Nek, tidak bisa. Alvaro sudah ada janji untuk menjemput seseorang." Tapi bohong, mana mau dia mempersilahkan wanita tidak tahu tempat itu di mobilnya. "Kamu kan masih kelas sebelas, bukankah terlalu cepat untuk mendapatkan kekasih?" "Adik sepupu kan masih kelas sepuluh, bukankah terlalu ce

