Alvaro baru saja pulang ke rumahnya setelah seharian menemani kemana pun Gabriel inginkan. Baru saja menginjakkan kakinya di lantai dingin ruang keluarga, ia melihat nenek dari pihak ibunya duduk di sofa ditemani seorang gadis yang bergelayut manja di sampingnya. Gadis itu adalah sepupu, lebih tepatnya anak yang diambil dari panti asuhan dan dirawat dengan sepenuh hati oleh neneknya seperti cucu sendiri dibandingkan merawatnya dengan sepenuh hati. Alvaro hanya melirik, bibirnya hampir terbuka untuk menyapa namun kembali menutup mulut tanpa mengeluarkan suara apapun. Ia berjalan menaiki tangga seolah sama sekali tidak melihat siapapun yang duduk di sofa itu, ia tidak akan pernah bisa menahan omongan ketika neneknya membuka suara. Ucapan nenek dari pihak ibunya sangatlah buruk bagi kenyaman

