"Rum ...." Agung menyentuh pelan pundak Rumaisha. Gadis yang sebelumnya fokus menatapi Naira yang tengah terlelap itu, menoleh perlahan. "Sudah selesai, Mas?" tanyanya. "Sudah," sahut Agung, "Minum dulu." Ia mengulurkan satu cup coklat hangat kepada Rumaisha. Ia sengaja mampir ke kantin untuk mencari minuman hangat, berharap dapat membantu istrinya sedikit merilekskan pikiran dan membangkitkan perasaan positif. "Terima kasih," ucap Rumaisha. Ia meraih cup yang Agung berikan, menggenggamnya sebentar lalu menyeruput isinya. "Sama-sama." Agung duduk di samping gadis itu, meraih tisu lalu mengusap jejak-jejak basah yang masih tersisa di sudut mata dan pipinya. Hatinya benar-benar tersentuh oleh ketulusan yang ditunjukkan Rumaisha dalam menyayangi putrinya. "Terima kasih, Mas," ucap Ruma

