Bagian 17. Echocardiography

1518 Kata

Agung melepas kasar tangan dokter Reza, lalu menyusul Rumaisha yang telah keluar terlebih dahulu. Sesungguhnya ia merasa sangat emosi, tetapi seolah tidak berlawan atas sikap dokter Reza yang begitu tenang dan santai. Laki-laki itu menghentikan langkah sejenak. Ia menghela napas panjang beberapa kali, meredam emosi yang bagai merajai hati, baru kemudian menyusul Rumaisha menuju meja perawat. "Kamu duduk saja, biar Mas yang urus," ucapnya lembut. Agung meraih berkas dari tangan Rumaisha dan meminta gadis itu duduk menunggu. Selesai mengurus administrasi dengan perawat dokter Reza, mereka diarahkan ke poli jantung. Di poli jantung, mereka harus mengantri kembali. "Tolong gendong Naira sebentar, Mas. Aku mau buat s**u," ucap Rumaisha. Ia mengulurkan tubuh mungil Naira kepada Agung. "S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN