Danisa terburu-buru masuk ke dalam kamar setelah selesai memasukkan satu loyang potato gratin ke dalam oven. Penuh gemas ditariknya selimut yang masih menutupi tubuh suaminya. "Rik! Kok malah tidur lagi, sih? Sudah jam enam lewat, nanti aku terlambat!" Erik membuka matanya perlahan, lalu kembali memicing karena terpaan sinar dari jendela yang telah terbuka lebar. Keningnya berkerut mengamati Danisa di depan cermin. Bukannya bergegas bangun, Erik malah menatap Danisa penuh heran. "Kamu nggak gerah pakai baju itu?" Alih-alih menjawab, Danisa justru menghela napas panjang. Ia terus memupuri wajahnya dengan bedak juga memoles perona bibir. Erik kemudian bangun dan duduk di tepi ranjang, masih menatap istrinya yang kini mematut diri, merapikan baju berkerah turtle neck. "Nggak usah dili

