"Jadi elo kemarin izin pulang ternyata mau nikah? Ckck.. udah dua kali aja, ya, lo! Sementara gue belom sama sekali," keluh Rachel. Mereka memanfaatkan jam istirahat karyawan dengan bertukar cerita di sebuah kafe terasiring. Danisa terbahak, "Ya, maaf! Aku kan, gak rencana juga nikah dua kali, Chel. Lagian kamu dulu biasanya gerak cepat, sekarang kok melambat?" Rachel memonyongkan bibirnya. "Kalau cari gebetan gue gerak cepat, Sa, tapi kalau cari suami beda, dong! Eh, jangan-jangan gue ditakdirkan jadi cewek jorok, kali ya? Jomblo dari orok!" Keduanya tertawa kencang. Tidak peduli pengunjung kafe lain menoleh ke arah mereka. Dunia serasa milik berdua, bisa berbuat bebas sesuka hati. Tertawa kencang, setelah lama kemarau kering nan panjang menguasai hidup keduanya. "Nggak gitu juga, la

