Bagi Erik, ini seperti dejavu, saat kembali menginjakkan kaki di Bali setelah resmi menyandang gelar suami istri, dua bulan lalu. Bedanya, kala itu ia masih melihat gurat sedih di mata istrinya. Kali ini nyaris tidak terlihat lagi. Danisa sudah jauh lebih ceria, meski mereka masih belum berhasil membawa Atalla tinggal bersama di Bali. Dua bulan lalu, gurat sedih di wajah Danisa menghalangi Erik mendekatinya lebih jauh. Ia telah mengubah sikap dan gayanya. Tidak lagi menuruti keinginan pribadinya dan lebih mengutamakan perasaan Danisa. Mengenang bagaimana minggu-minggu pertama sebagai suami istri membuat Erik tertawa. Mereka tak ubahnya pasangan pengantin baru yang masih belia, belum berpengalaman sama sekali. Ia hanya berani memegang tangan, memeluk, dan mengecup kening Danisa saja. Sej

