Sore itu, Akung Wiratama meminta Cempaka dan Gio mengajak Atalla jalan-jalan ke mal. Mereka ingin bicara berempat dengan Danisa dan Erik. Bahkan Cempaka yang biasanya selalu bercanda, tak berani menunjukkan tawanya. Melihat bagaimana raut serius kedua orang tua juga kakaknya yang tampak tegang. Bergegas gadis itu menarik Atalla dan Gio menjauh dari 'ruang sidang'. Saat Oma Indri menyuguhkan minuman dingin dan camilan di ruang tengah, Akung Wiratama yang sedang berbincang hal-hal remeh dengan Erik. "Panggil Danisa, Ma," pinta Akung Wiratama pada istrinya. Karena terlalu lelah naik turun ke lantai dua, Oma Indri memanggil putrinya dengan telepon. Bukankah teknologi dirancang untuk memudahkan kehidupan manusia modern? "Duduk sini, Nisa!" perintah Akung Wiratama saat putrinya turun. Danisa

