"Kris! Ini gimana ceritanya, sih?" "Cerita apaan?" Kristo balik bertanya. Pura-pura tidak tau maksud pertanyaan Danisa. Hampir setiap hari Danisa menerornya melalui telepon atau w******p untuk urusan yang sama. "Come on, Kris! Aku tau kamu tau sesuatu! Erik itu kemana? Nggak balik-balik. Ini sudah sepuluh hari, lho!" "Segitu kangennya kamu sama dia sampai dihitungin." "Gîla, ya! Memangnya Pak James sama Bu Lena nggak akan mecat dia kalau tau dia terus mangkir dari tanggung jawabnya di kantor?" Kristo menggaruk-garuk kepalanya meski tidak gatal. Bingung mau kasih jawaban apa ke Danisa. Kenyataannya, dia sendiri belum berhasil menghubungi Erik untuk bertanya lebih jauh. Mau bicara soal ini ke Pak James juga ragu. Bukan tipenya menjatuhkan teman meski tau telah melakukan kesalahan. Tapi

