Danisa mengusap peluh di pelipisnya. Pendingin udara diatur pada angka maksimal pun belum bisa menetralkan suhu tubuhnya. Tiga kardus besar baru saja keluar dari ruangan, diangkut Iman ke lantai bawah. Satu kardus berisi dokumen dan stationary miliknya, dua lainnya milik Erik. Diacungkan dua ibu jarinya pada Murni. Gadis itu membuat form yang ditempel di tiap kardus untuk ditulisi data isi kardus. Ketika tiba di kantor baru nanti, mereka tidak akan susah payah mencari. Meja-meja diangkut keluar untuk dibongkar. Selama ini, meja yang mereka gunakan adalah meja sederhana, buatan sendiri, dari multipleks tebal tanpa diberi lapisan finishing. Bu Lena memberi pinjaman anggaran, rencananya Danisa akan membeli meja kerja bekas pakai kantor atau hotel. Lebih murah dari meja baru, masih lebih la

