Kuldesak

2101 Kata

"Mbak," panggil Cempaka mengusir lamunan Danisa yang sedang duduk di balkon kamarnya. Tempatnya dulu bercengkrama dengan Ryan setelah Atalla terlelap. Bercerita segala macam sembari memandang langit, bintang, juga bulan. Terkadang, Ryan akan meneriaki penjaja nasi goreng yang melintas di depan rumah di atas pukul sepuluh malam. Danisa tidak membalas panggilan Cempaka, karena gadis itu sudah masuk ke kamarnya tanpa izin lalu duduk di sisinya. "Besok aku pinjam mobilmu, ya?" tanya Cempaka dengan wajah penuh cengiran. "Terus aku ke kantornya, gimana? Lagian, mobilmu dikemanain? Kamu lego?" "Dipakai Gio, Mbak. Mobilnya masuk bengkel." Suara Cempaka terdengar mengeluh kesal. "Mulai besok aku antar Mbak ke kantor, habis itu mobil aku pakai, okay?" Ah, bukan kesal. Itu rayuan. Danisa mengiba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN