“Abang ngapain ?” tanya Cindy dari layar ponsel pintar Ikram. Lelaki itu kemudian menyorot sekitarnya yang sedang duduk di sofa. Ada Habibi yang sibuk dengan nasi lemak nya ditangan dan ada Aqsa yang sedang berbaring sambil menonton drama Malaysia. “Duduk doang sih.” “Eeuuhh…” Cindy mencebikkan bibirnya dengan raut wajah sedih. “Cindy pengen disana.” “Sabar sayang ya,” ujar Ikram pelan, “Dapat jatah cuti lagi nanti kita jalan-jalan.” Jujur Ikram tidak tega meninggalkan Cindy ssana sendirian walau ada Fahri dirumah, namun rasa nya berat saja meninggalkan istri manja nya itu. Ini kemajuan yang pesat untuk nya, Ia merasa risau saat berjauhan dari sosok istrinya. “Iya,” Sahut Cindy serak lalu mengusap pelan ujung matanya. Ia sedang berusaha keras menahan tangis nya. Malam itu setelah m

