RED - 51 : My Memories

532 Kata
Kerusakan 51 . Setiap kali bertemu muka dengan Neuri, Rowland selalu bangga akan dirinya sendiri. Sebab, ia merasa telah mampu menyimpan banyak hal dengan rapat, sampai-sampai orang yang selalu berada di daftar pertama untuk segala rencana buruknya, masih dapat tersenyum padanya tanpa mengetahui apa-apa. Bahkan saat ini, ketika Neuri mengaku telah mengetahui sedikit rahasia yang disimpannya sangat ketat, Rowland masih juga merasa bahwa ada banyak sekali yang perlu diceritakan kepada Neuri dengan mulutnya sendiri. “Bagaimana jika kita meneguk segelas wine, Lycaon? Ada sebuah cerita sangat menarik yang perlu kuperdengarkan kepadamu,” ujar Rowland tenang. Langkah kakinya membawa kembali untuk duduk bersandar di kursi kayu kebanggaannya. “Jika Anda hanya mencoba untuk mengulur waktu, sebaiknya urungkan niat tersebut. Saya tidak memiliki banyak masa untuk bersantai dan mendengar dongeng ngelantur Anda, Your Grace.” Neuri yang dibebat rasa murka, cukup kesulitan untuk berpikir dingin. Dalam kepalanya, dia hanya ingin meninju wajah Rowland sampai babak belur. Namun, di posisinya yang begitu tidak terjaga, Rowland malah terkekeh kecil. “Duduklah dulu, Lycaon. Aku yakin kau sangat ingin mendengar cerita yang satu ini.” Neuri masih bergeming. “Aku serius, Lycaon.” Pada akhirnya, Neuri menyeret sebuah kursi kayu lainnya dan membawanya ke depan perapian. Ia pun duduk berhadapan dengan Rowland yang tampak begitu kalem hari ini. Meskipun merasa curiga dengan sikap Rowland yang terlihat santai dan tidak berhati-hati, tetapi Neuri tidak memikirkan hal tersebut terlalu dalam. Di sini, yang dia inginkan hanyalah sebuah penjelasan dan pembicaraan. Urusan penghakiman, bisa ia lakukan kapan saja. Entah itu dia yang menghakimi Rowland, atau sebaliknya. Neuri sudah siap dengan setiap kemungkinan paling menyakitkan untuk dirinya sendiri. . *** . Di depan perapian dan segelas wine yang hanya berdiri sebagai pajangan, Rowland mulai menimang-nimang, dari manakah sebaiknya ia mulai mendongengkan kisah hidupnya. Tentu ini bukan sebuah kisah biografi biasa, karena perasaan Rowland masih selalu teraduk-aduk setiap ia mengingat-ingat bagaimana hidupnya dimulai. Namun, meskipun tampak sebagai seorang pemberani, Duke of Clemente tersebut sudah tahu bahwa akhir hidupnya tidak lama lagi. Oleh sebab itu, harus ada seseorang yang mau mendengarkan dan mengingat kisah hidupnya walaupun oleh musuhnya sendiri. Ah, musuh. Tanpa sadar, Rowland memandangi wajah Neuri lebih teliti. Jika dilihat-lihat, wajah keturunan terakhir Lycaon ini, memang sangat mirip dengan Lycaon sebelumnya. Mungkin karena itulah Rowland begitu membenci pemuda yang sebenarnya tidak berdosa apa-apa ini. Hanya saja, kebencian itu sebenarnya memiliki cerita yang begitu pajang. Tidak serta merta datang seperti sebuah wabah. Jika perlu diceritakan, maka semua itu dimulai dari berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dimulai ketika Rowland masihlah seorang bocah buruk rupa keturunan bangsawan rendahan. . *** . Dulu, dulu sekali. Rowland tidak memiliki nama belakang Lubbock seperti sekarang, bukan keturunan asli dari generasi Clemente, serta bukan sama sekali pewaris gelar duke yang begitu agung nan terhormat. Rowland hanyalah anak kecil dengan wajah b***k penuh benjolan, gigi mencuat-cuat hingga memenuhi mulutnya, dan kaki bengkok yang selalu membuatnya sulit berjalan. Bahkan di usianya yang begitu muda, rambutnya rontok begitu parah hingga kepalanya mengalami kebotakan, menyisakan anak-anak rambut yang tidak begitu teratur seperti sehelai rumput di padang gundul. Anak-anak yang lain sering menyebutnya sebagai siluman, bocah terkutuk, si jelek, dan bahkan sering dibandingkan bahwa wajahnya lebih jelek daripada seekor monyet. Penghinaan dan cacian yang dimuntahkan kepadanya saat itu, tak pernah bisa Rowland lupa bahkan hingga ia bertumbuh dewasa. Di malam-malam ketika ia dipenuhi kemewahan dan harta benda dunia fana, masih sering penghinaan masa kecil tersebut mampir ke ingatannya walau sekilas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN