RED - 52 : The Beast

454 Kata
Kerusakan 52 Nama asli Rowland Rathmore Lubbock adalah Rowland Ercester, putra terakhir Baron O White dari dua belas bersaudara. Meskipun ayahnya memiliki gelar kebangsawanan, tetapi harta benda mereka tidak sesuai dengan gelar yang disandang. Di Kerajaan Norland yang cukup luas, nama keluarga O White bahkan sama sekali tidak terkenal. Keluarganya tidak memiliki tanah kuasa, dan hanya memiliki sedikit tanah yang disewakan kepada para petani dan peternak desa. Dengan jumlah keluarga yang begitu banyak, yang terdiri dari sepasang suami istri, dua belas anak, dan seorang ibu renta yang masih hidup, biaya pengeluaran sehari-hari menjadi begitu besar hanya untuk sekadar makan. Belum lagi, untuk tetap berada di pergaulan bangsawan, ada biaya lain-lain yang harus dikeluarkan. Apalagi, tujuh dari dua belas anak Baron O White adalah seorang perempuan. Mereka butuh gaun, perlengkapan berdandan, dan perhiasan untuk tetap tampak menawan. Selain itu, karena mas kawin anak-anak perempuan O White cenderung kecil, tidak banyak laki-laki bujangan yang tertarik dengan mereka. Akibatnya, cukup sulit bagi keluarga Baron O White untuk terbebas dari hidup yang begitu keras. Dalam kalangan bangsawan, ahli waris pun hanya diperuntukkan bagi anak laki-laki tertua, sehingga Rowland yang terlahir terakhir sama sekali tidak akan mendapat apa-apa ketika ia dewasa nanti. Sebenarnya, hal-hal seperti itu bukan perkara susah jika Rowland memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Ia bisa mencari pekerjaan di manapun dan menjadi apa pun untuk menyambung hidupnya kelak. Namun, nasib badan tidak ada yang tahu. Sejak lahir, Rowland tidak diberkati fisik yang bagus. Ketika ia baru keluar dari rahim ibunya, bahkan dokter yang membantu melahirkan memberi kernyitan jijik padanya. Saat bertumbuh semakin dewasa, fisik Rowland bukannya mengalami kemajuan malah semakin tak keruan. Entah mengapa, ada saja masalah pada fisiknya yang membuat tampilannya semakin buruk rupa. Pada akhirnya, bukan hanya warga desa yang tidak berani berdekatan dengannya. Bahkan ayah ibunya sudah mulai mengabaikannya, termasuk sebelas saudaranya, dan nenek yang bahkan terlalu renta untuk berjalan. Kesepian dan selalu dicaci adalah bagian dari kehidupan Rowland yang malang. Setiap malam, sering sekali Rowland berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya. Berbagai cara menghilangkan nyawa sendiri hampir selalu dicobanya. Namun, setiap kali akan memulai, ia menjadi takut dan tak ingin lekas mati. Hidup tidak berarti, mati pun enggan. Rowland pun tak tahu apa yang dia inginkan. Mengurung diri di kamar tanpa melakukan apa-apa adalah salah satu cara baginya untuk menghabiskan sisa-sisa hidupnya. Berharap mati dengan mudah, dan tidak ingin terlalu terlalu dalam di luar sana. Kemudian, di suatu hari yang cerah saat usia Rowland sebelas tahun, kakak laki-laki pertamanya pun menikah. Pada hari pernikahan itu, Rowland yang b***k tidak berani menampilkan wajahnya. Di halaman rumahnya yang sederhana, anak-anak bermain dengan riang. Namun, Rowland hanya dapat mengintip dari balik pilar. Akan tetapi, sebuah tangan kecil tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang. Pemilik tangan itu bahkan dengan suara yang riang dan senyum cemerlang menyapa si buruk rupa Rowland. “Halooo.” Begitu ucapnya. . *** .  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN