RED - 53 : Rowland and Yurilian

1140 Kata
Kerusakan 53 Itu pertama kalinya bagi Rowland. Pertama kali ada seseorang yang menyapanya dengan senyum secerah mentari dan semurni hujan musim semi. Bahkan, setelah melihat penampilan Rowland yang mirip goblin b***k dari dalam goa terpencil, gadis bergaun renda-renda itu tetap tak gentar menanyakan kabarnya. “Mengapa kau di sini sendiri? Teman-teman semua ada di taman,” ujar si gadis kecil dengan pita merah muda di kepala. Rowland yang begitu gugup dan terkejut bahkan tidak mampu mengeluarkan kata dengan benar. Ia hanya menggeleng-geleng takut, tidak percaya diri dan merasa malu karena telah ditemukan oleh seorang gadis jelita. “Siapa namamu? Aku Yurilian, salam kenal.” Gadis bernama Yurilian mengulurkan tangannya yang bersarung putih berpita. Untuk ke sekian kali, Rowland mematung. Ia hampir-hampir tidak percaya dengan momen seperti ini. Ia yang hampir putus asa bahkan untuk sekadar bermimpi, tiba-tiba saja diberi kejutan yang begitu manis begini. Bisa-bisanya … bisa-bisanya ia hanya membeku dan bukannya segera bersyukur. “Aha ha ha, apa kau sangat pemalu? Ini, aku ada coklat. Aku membelinya di ibu kota, dan rasanya sangat enak. Aku sering memakannya sampai hampir tiap hari dimarahi ibuku. Kuberikan ini padamu.” Mata Rowland yang tidak simetris itu membulat lebar. “U-untukku?” tanyanya dengan suara kentara gemetar. “Ya, untukmu.” Namun, karena tidak juga mampu bereaksi, Yurilian pun mengambil tangan Rowland paksa dan meletakkan sebungkus permen coklat di tangan kurus kering yang begitu kasar. “Kau begitu kurus, seharusnya kau makan banyak gula biar cepat gemuk sepertiku.” Yurlian pun terkekeh riang. Melihat kekehan gadis cantik yang begitu ramah dan baik hati ini, Rowland pun tidak bisa menahan senyumnya. Ia ikut tersenyum lebar, memperlihatkan gusi-gusinya yang tampak sama buruknya dengan kulit luarnya. Berbintik-bintik putih, seperti sariawan yang tidak kunjung diobati dan semakin parah. . *** . Setelah pertemuan tersebut, hati Rowland dipenuhi bunga dan warna. Seolah lupa dengan segala penyakit di tubuhnya maupun di hatinya. Ia tidur dengan memimpikan Yurilian. Dalam mimpi yang tidak begitu panjang, ia dan Yurilian asik duduk di tepi danau, memakan sepotong sandwich dan meminum jus apel. Mereka membicarakan banyak hal, lalu tertawa. Angin bertiup-tiup, membuat pita di kepala Yurilian menari jelita. Dalam mimpi itu, bahkan angsa dan bebek yang tidak sengaja lewat pun iri melihat mereka. Ah betapa mimpi yang menyenangkan. Sampai-sampai Rowland merasa begitu sakit hati ketika esok harinya terbangun dan membuka mata. Akan tetapi, seperti kata orang. Nasib badan, tidak ada yang tahu. Sekali beruntung, akan ada keberuntungan lainnya menyertai. Di hari yang lain, saat beberapa keluarga bangsawan masih menikmati waktu mereka di rumah Baron O White, Rowland kembali dipertemukan dengan Yurilian. Gadis itu masih tampak manis dan ceria. Pipinya cabi dengan kulit putih kemerahan. Namun, yang paling menyenangkan ketika berada di dekat Yurilian adalah bahwa gadis itu berbau coklat bercampur bunga. Sama sekali tidak asam seperti saudara-saudaranya yang agak jorok. Yurilian benar-benar bersih dan wangi, mirip seorang putri. “Halo, kita bertemu lagi.” Begitu sapa Yurilian ketika mereka berpapasan di taman belakang. “Ha-halo.” Rowland yang malu dan masih juga tidak percaya dengan keberadaan Yurilian, tak pernah bisa menahan rasa gugup dan gemetar. Melihat Rowland yang demikian, bukannya menghindar, Yurilian malah tersenyum dan tertawa riang. “Kau benar-benar pemalu,” ucap gadis kecil itu lantang tanpa sedikit pun cacian. “Oh, kemarin aku sudah memperkenalkan namaku. Lalu, bagaimana denganmu? Kau agak tidak sopan karena mengabaikan pertanyaanku.” Rowland menunduk khawatir. “Ma-maaf,” bisiknya parau. “Tidak apa-apa, aku tidak marah. Jadi, siapa namamu?” tanya Yurilian sekali lagi. “Rowland, Rowland Ercester.” Yurilian bertepuk tangan senang. “Ah, kau putra Baron O White rupanya. Maafkan aku karena tidak sopan ketika menyapamu.” Rowland menggeleng. “Ti-tidak apa. Terima kasih telah menyapa.” Yurilian tertawa lembut. “Aku mengizinkanmu memanggil nama depanku. Jadi, bolehkan aku memanggilmu Rowland?” Mata Rowland membulat tidak percaya. “I-Iya, panggil sesukamu.” “Baiklah, Rowland.” Saat itu, senyum Yurilian yang sudah terlalu cerah, menjadi berkali-kali lipat lebih menyilaukan. Sampai-sampai Rowland hampir tidak sanggup menatap gadis periang tersebut. Bersama Yurilian, waktu menjadi begitu singkat tetapi menggembirakan. Gadis kecil itu, tidak sungkan untuk berbagai makanan dengannya, mengoceh banyak hal, berbagi tawa, berbagi canda. Rowland menyimpan rapat-rapat semua yang Yurilian berikan di dalam hatinya. Di bagian yang paling dalam, yang tidak bisa dijangkau sekian juta manusia. Hanya Yurilian yang bisa. Hanya Yurilian. . *** . Sayangnya, keberadaan Yurilian di rumah kecilnya tidak begitu lama. Ketika pesta pernikahan kakak laki-lakinya selesai, Yurilian pun pergi begitu saja. Entah kapan mereka bisa bertemu kembali. Rowland bahkan tidak yakin untuk memimpikan pertemuan yang akan datang. Sebab, dia selalu berada di rumah ini. Selalu berada di tempat tersembunyi, tanpa berani meninggalkan kediaman O White karena takut dimaki dan dicaci. Waktu pun kembali berjalan seperti biasa. Kehidupan Rowland yang gelap dan menyedihkan tidak pernah berubah. Hanya saja, ada sedikit harapan di dalam hati yang paling dalam. Berharap jika suatu saat ada kesempatan dan dipertemukan dengan orang sebaik dan seriang Yurilian. Meskipun hanya satu jam, meskipun hanya satu menit, tidak masalah. Sebab, waktu yang begitu singkat sudah sangat cukup untuk membuat hati gelap Rowland dipenuhi kerlipan dan debu-debu cahaya. Hingga di suatu pagi, Rowland mendengar berita yang entah mengapa membuat hatinya tersayat sembilu. Menurut gosip yang dibicarakan kakak-kakak perempuannya, seorang bangsawan kelas atas, telah mengadakan pesta besar-besaran untuk pertunangan anak perempuannya yang baru berusia delapan tahun. Pertunangan seperti itu bukanlah hal yang asing. Beberapa bangsawan bahkan sudah mengadakan pertunangan ketika anak-anak mereka baru berusia tiga tahun. Masalahnya bukan itu. Rowland bahkan tidak pernah peduli siapa ditunangkan dengan siapa. Masalahnya, kakak-kakaknya menyebutkan sebuah nama yang begitu dikenalnya. Nama anak perempuan yang ditunangkan itu …. “Yurilian Rosseil, ditunangkan dengan putra satu-satunya Earl of Lunadhia, Michaellin Lycaon.” Yurilian telah ditunangkan. Yurilian yang bagai mentari untuk kehidupan Rowland akan dimiliki oleh orang lain. Seharusnya Rowland bersyukur atas hal itu, dan pada awalnya dia turut bahagia mengenai kabar baik tersebut. Hanya saja … hanya saja mengapa ketika semakin lama dipikirkan, ada perasaan aneh dan mengganjal yang tidak dapat Rowland jelaskan dengan baik. Setiap Rowland mengingat wajah Yurilian, lalu dibarengi dengan berita pertunangan itu, selalu ada nyeri di sudut hati yang tidak bisa Rowland pahami. Rasanya nyeri dan menusuk, tidak ada luka tetapi begitu sakit dan berdenyut. Semakin lama, semakin lama direnungi, akhirnya Rowland sadar jika dia ternyata tidak benar-benar bahagia atas berita tersebut. Dia … dia cemburu. Untuk menghapus rasa cemburu yang membakar rohaninya, Rowland sering berpikir dan menjelek-jelekkan tunangan Yurilian dengan sesuatu yang buruk. ‘Ah, pasti dia anak laki-laki yang buruk. Pasti Yurilian tidak akan menyukai laki-laki yang hatinya busuk. Meskipun parasnya mungkin menawan, tapi bangsawan biasanya rakus dan sombong.’ Sayangnya, ketika sekali lagi mendengar kakak-kakaknya bergosip, yang Rowland dapat malah hal yang sebaliknya. Dalam percakapan itu, kakak-kakak perempuannya memuji putra satu-satunya Earl dari Lunadhia tersebut. Mereka bilang, Michaellin adalah anak laki-laki tampan yang pintar dalam berbagai hal. Pandai berkuda, memanah, berpedang, bahkan jago menembak meskipun usianya baru dua belas tahun. Prestasinya dalam pendidikan pun sangat cemerlang. Wajahnya tampan bak pangeran dari ibu kota. Yang paling mencengangkan adalah anak laki-laki tersebut sangat baik hatinya, suka berderma, penyanyang, sopan, dan selalu digambarkan sebagai malaikat yang turun ke bumi. Michaellin memang begitu sempurna. Terlalu sempurna sampai sulit sekali menandingi pria seperti itu. Banyak yang mengatakan, Yurilian Rosseil sangat beruntung mendapatkan bibit unggul seperti itu. Ah, hati Rowland semakin geram. Sangat geram sampai rasanya ia ingin berlari ke tempat Michaellin berada dan menyayat tubuh bocah laki-laki yang bahkan tidak dikenalnya itu. . *** .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN