Kobaran api membulat seperti bola, ukurannya yang besar perlahan menyusut hingga sebiji kelereng. Biji api tersebut melayang, menghampiri Caeli yang masih berlinangan air mata. Setelah itu, dengan gerakan bagai kilat, biji api menghantam tubuh Caeli hingga wanita itu terlentang di lantai. Entah mengapa, tiba-tiba Caeli seperti tercekik, ia pun memegangi lehernya berusaha melepas beban tak kasat mata yang seperti ingin membunuhnya. Namun, ketika ia membuka mulut untuk mencari udara, biji api pun masuk ke dalam mulutnya, lalu tertelan tanpa sisa. Caeli pun tidak sadarkan diri. Bahkan ia berada di tempat yang sama sampai pagi tiba. Sebagai entitas yang tidak nyata, Neuri hanya dapat menjadi pemerhati. Meskipun ia ingin membantu, tapi ia tidak akan mungkin berdaya. Pada akhirnya, Neuri hany

