Suara teriakan khas Mario Fabrian yang membahana kembali menyapa dari kejauhan. Ello segera menghapus sisa air mata yang menggenang di pelupuk matanya. Dia berbalik sekilas dan mengerjap-ngerjapkan mata. Lalu kemudian kembali menoleh. Menampilkan senyuman malas andalannya kepada Rio. “Hei, whats up, bro?” Rio memamerkan senyum tiga jarinya yang menyebalkan. “Lo semalem nggak buka chat, ya? Lagi sibuk?” Ello menggeleng. Berusaha menjauhkan kontak mata dengan Rio. “Iya! Gue lagi sibuk!” “Heh, di mana-mana kalau orang lagi ngomong ya dilihat dong. Jangan malah nengok ke—” Rio menarik dagu Ello dan terkaget melihat wajah sahabatnya. Mata sembab dan merah di seluruh wajahnya. “Lo—abis nangis?” Ello menepis tangan Rio dengan cepat. “Sok tahu! Gue nggak nangis!” “Bohong!” Rio menatap Ello de

