BAB DUA PULUH DUA

2559 Kata

Sudah hampir satu jam setelah kejadian itu dan Ello belum tenang sama sekali. Dia masih terdiam di sudut pinggir dapur menatap nyalang ke depan dengan sebelah tangan memegang segelas coklat panas—yang mengepulkan uap ke atas. Bunyi dering ponsel yang ribut juga dihiraukannya sejak tadi. Sungguh dia sama sekali tak ingin menggubris keberisikan PPI di luar sana. Sekarang pikirannya melayang-layang tak tentu arah. Sebentuk perasaan bersalah yang entah bagaimana terus menghujam dan menusuk dinding hatinya berkali-kali. Ello ingin pura-pura bersikap biasa saja. Seperti Arviello yang biasanya. Arviello yang masa bodoh dengan orang-orang di sekelilingnya, yang mau melakukan apapun yang dia inginkan, juga yang tak mau ambil pusing dengan pendapat orang-orang. Tapi kali ini berbeda. Ello tak per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN