Sudah nyaris tiga jam setelah kepergian Sharyn. Dan Ello sama sekali tidak tahu di mana Sharyn berada. Sejak tadi istrinya yang seperti anak kecil itu tak memberi kabar sama sekali. Membuatnya resah setengah mati. Bohong kalau sebenarnya dia tidak peduli. Padahal jauh di dalam lubuk hatinya, jantungnya berdegup kencang merasakan kekhawatiran yang sulit dijelaskan. Mata Ello tak henti berputar menatap jam dinding. Menghitung menit demi menit, hingga detik demi detik. Berusaha memberi ketenangan pada hatinya yang mulai resah. Dalam hati terus menghitung. Mungkin beberapa menit lagi suara cempreng itu akan muncul dan mengemis maaf darinya. Ya, dia yakin. Ello menghembuskan nafas panjang. Berusaha fokus dengan buku kedokterannya. Tapi setengah jam kemudian, rasa gelisah dan khawatir menyeli

