*** Detik terlewati sejak Axel memanjakan telingaku dengan panggilan sayangnya itu. Jujur, hingga saat ini jantungku masih berdetak tidak menentu. Aku gugup dan bergetar. Terlebih ketika mata Axel mengunciku dengan tatapannya yang intens. Aku merasa tatapan itu pernah aku dapatkan dari Satrio dulu. Satrio yang pernah mencintaiku sebelum dia mengkhianatiku dan menghujaniku dengan ribuan luka. Kini aku dapatkan lagi tatapan itu dari Axel. Lelaki yang mengaku mencintaiku seolah ingin aku tahu betapa besar kasih sayangnya untukku. Namun, aku takut kami berakhir seperti kisah lama itu. Kisah yang dihancurkan oleh Satrio. Perpisahan yang tak bisa terhindarkan. Demi apapun aku merasa trauma. Namun, apa mungkin Axel juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Satrio lakukan? Tetapi untuk

