Mendua-Bab 23

1085 Kata

*** Sesampainya di boat, sarapan sudah disiapkan oleh chef. Sengaja Axel belum mandi karena ia akan berenang di pantai. Tentu saja air yang jernih membuat Axel dan wisatawan lainnya tertarik untuk berenang. Seperti sebelum-sebelumnya, sarapan pagi ini pun Axel memaksaku untuk makan di meja yang sama dengannya. Tak ingin memperpanjang perdebatan, aku akhirnya hanya mengiyakan saja. Kami sarapan pagi bersama seperti yang Axel inginkan. Lauk yang chef buat pagi ini sungguh lezat. Aku menyukainya dan sepertinya Axel juga menyukainya. Dia lahap sekali menghabisi sarapan paginya. “Lezat, Xel?” tanyaku penasaran. Axel mengangguk singkat sebagai jawaban pertamanya. “Masakannya enak banget, Fe. Aku lahap makannya, tapi akan lebih lahap lagi kalau suatu hari kamu yang masakin makanan untuk a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN