Mendua-Bab 40

2839 Kata

*** Buah yang telah dikupas dan diiris oleh Bibi Rinda dan Heya siap untuk dimakan. Heya menarikku untuk duduk di ruang tamu. Televisi sudah menyala sejak tadi dan kami berakhir nonton sembari makan buah tersebut. “Non Heya, Bibi ke dapur dulu ya. Mau lanjut masak,” Bibi Rinda pamit untuk masak makan malam kami. Heya mengiakan itu dengan anggukan kepala, lalu Bibi Rinda kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaannya. Sementara itu, aku dan Heya menikmati buah sembari menonton tv. Heya menyadar padaku dengan manja. Katanya suka aktivitas ini setiap kali aku libur dalam bekerja. Syukur lah, setidaknya waktuku berguna untuk menemani Heya. “Besok tante sudah kerja lagi ya?” tanya Heya sembari terus mengunyah buahnya. Aku mengangguk singkat. “Benar. Kenapa, Sayang?” tanyaku. Heya t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN