Mendua-Bab 39

1097 Kata

*** Heya menjauhkan tubuh kecilnya dari pelukanku. Hal itu membuatku mengernyit heran. Aku pikir ia masih ingin aku peluk. “Kenapa?” tanyaku padanya. Heya menggelengkan kepala. “Mau mandi. Sudah sore kan tante?” jawabnya sambil bertanya. Aku menarik sudut bibirku, membentuk senyum sebelum mengiakan itu. “Mau mandi sama tante atau Bibi Rinda?” tanyaku. “Sama tante!” Dia kembali menjawab. Baik lah, aku tahu pilihan Heya tapi aku senang saja bertanya lalu mendengarkan jawabannya. Aku suka dia memilihku daripada Bibi Rinda. “Kumpulin dulu kesadaran Heya dan hilangin dulu kantuknya ya Sayang? Baru setelah itu kita mandi,” ucapku. Heya mengiakannya. Dia mengeliat meregangkan otot-ototnya. Tidur cukup lama membuat tubuh pasti agak kaku. “Enak banget bobonya tante, tadi Heya kecapean t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN