Sentuhan Hati

1096 Kata

“Dasar otak c***l. Kau meminta maaf atau mencari kesempatan,huh!” maki Nancy sambil berkacak pinggang menatap garang pada Diego yang sedang menahan sakit. “Buruk sekali pemikiranmu!” sangkal Diego. Sungguh, ia memang tidak memiliki niat buruk apapun. Tapi ia akui jika jiwa ingin menyentuh memang selalu ada. Hanya menyentuh, bukan meniduri. “Tentu saja. Kau memelukku, mencium kepalaku, lama-lama kebablasan.” Ucap Nancy dengan melotot garang. “Oh, kalau kau hamil anakku lebih bagus. Kita akan langsung menikah dan aku akan menjadi papa.” Ucap Diego enteng. Nancy melotot mendengar penuturan Diego yang tanpa beban. Ia menyambar guling yang berada tak jauh dari dirinya berdiri lalu memukulkan ke tubuh Diego tanpa henti. “Dasar kau gila! Pria berotak s**********n. Tidak waras. Pergi kau!”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN