Pagi-pagi sekali Abytra sudah siap dengan setelan kantor. Hari ini ia memutuskan untuk kembali bekerja. Sudah cukup satu hari ia istirahat. Kondisi tubuhnya membaik dengan cepat. Untuk itu ia merasa sangat bersyukur, karena tidak perlu terlalu lama terlihat lemah. Suara derit pintu membuat Abytra yang berdiri di depan cermin--ingin memasang dasi--menoleh. Ia melihat Azel masuk membawa nampan. Aroma kopi memenuhi isi kamar dan sampai ke indera penciuman Abytra. "Aku bawakan sarapan untukmu," kata Azel sambil meletakkan nampan di atas meja nakas." Lalu saat melihat Abytra berdiri dengan dasi di tangan, Azel menambahkan, "Biar aku yang pasangkan." Azel mendekati Abytra, lalu mengambil alih dasi di tangan pria itu. Sementara Abytra hanya menatap Azel dengan ekpresi bingung. Sama sekali tida

