Pertama kali yang dirasakan Azel ketika terbangun adalah lengan kokoh yang memeluk tubuhnya. Sudut bibir gadis itu tertarik ke atas, lalu ia membenamkan wajahnya pada sebidang d**a lebar milik Abytra. Aroma tubuh pria itu memenuhi penciuman Azel. Aroma musk--parfum yang biasa Abytra pakai--bercampur keringat. Aroma khas pria itu. Aroma yang terasa menyenangkan bagi Azel. Lalu ia merasakan lengan kokoh itu mengeratkan pelukannya. Deru napas Abytra menerpa puncak kepala Azel. Terasa geli. Tapi Azel menyukainya. "Kau sudah bangun?" bisik Abytra dengan suara serak. Pria itu berbicara terlalu dekat dengan telinga Azel, deru napasnya membuat Azel sedikit merinding. Azel tidak menjawab. Gadis itu malah menempelkan tangannya di d**a Abytra dan mengusapnya lembut. d**a itu ... tempat yang terasa

