#39: CIUMAN

2036 Kata

Adzan subuh berkumandang dan Abytra sudah terjaga dari tidurnya. Pria itu menoleh ke arah jam dinding, melihat jarum pendek masih berada di antara angka empat dan lima. Abytra menumpukan siku ke dipan, lalu bangun dari posisi tidurnya. Sekarang pria itu duduk dengan tubuh bersandar pada kepala ranjang. Meski wajah dipenuhi lebam--yang kelihatan makin membiru--Abytra merasa kondisinya sudah jauh lebih baik. Tulang-tulangnya tidak lagi terasa ngilu. Ia sudah bisa menggerakkan anggota tubuhnya dengan normal. Tidak lagi kesakitan. Lima menit sudah berlalu. Abytra mulai merasa bosan. Kamar tempatnya di rawat benar-benar sepi. Padahal di kamar itu ada tiga ranjang. Tapi hanya satu ranjang yang ditempati,  itu pun oleh dirinya. Abytra menghela napas panjang, suasana sepi membuatnya tidak nyaman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN