Aarav berdiri dalam diam menatap pemandangan kota melalui dinding kaca di tempat ia bekerja. Jalanan di bawah sana terlihat sangat padat. Tak hanya pengendara roda dua dan roda tiga, ada pula pejalan kaki. Karena memang sudah memasuki jam makan siang. Jadi tak heran jika jalanan terasa penuh. Di tengah memandangi lingkungan sekitar, tiba-tiba pintu ruangannya di buka secara kasar. Aarav tahu, tapi ia tidak mempedulikannya. Ia sudah menebak satu-satunya orang yang suka masuk seenaknya ke dalam ruangannya. Sosok Dariel muncul di sana, kedua alis putra sulung Kedrick itu menyatu, melihat tingkah tak biasa dari adiknya. Biasanya Aarav akan memarahinya. Kalau tidak, adiknya itu akan mendesis disertai tatapan tajam. Dia sangat tidak menyukai apabila ada seseorang membuka ruangan pribadinya tan

