Cerys tengah menyiapkan makan malam di dapur dengan sesekali bersenandung kecil. Kesukaannya selain bertemu pasien yang bahagia karena sembuh yaitu berkreasi di dapur. Bel pintu rumahnya berbunyi, Cerys segera mematikan kompor, melepas apron dan berlari kecil menuju pintu utama. Kebetulan juga masakannya sudah matang. Sebenarnya Cerys sendiri tahu orang yang berkunjung ke rumahnya saat ini, karena kedatangan orang inilah yang sangat ia tunggu. "Gryta," sapa Cerys pada teman lamanya itu. Cerys tadi pun sempat sedikit terkejut melihat Gryta datang tidak sendiri. Temannya itu datang bersama sosok pria yang cukup tampan. "Maafkan aku Cerys, aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari suamiku," sesal Gryta. "Dia suamiku, namanya Carlos." Cerys mengangguk paham, ia kemudian menjabat tangan C

