Kennandra memasuki sebuah kafe dekat dengan sekolahnya. Seharian ini banyak aktivitas yang telah ia lakukan, salah satunya mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sampai sore hari begini. Sekarang waktunya menyegarkan tenggorokannya dan mengganjal perut. Walau dikenal pintar sekaligus jenius, ia tetap saja manusia bukan. Butuh minum dan makan, saat lelah menjerat. Apalagi sebutan pintar dan jenius itu ia sendiri yang buat. Jadi, tidak boleh mempermalukan diri sendiri. Karena tak fokus, Ken tak sengaja menabrak seseorang. Membuat kopi hitam yang dibawa orang itu tumpah mengenai baju sang pemilik kopi. "Maafkan aku, Tuan." Ken mendongak, melihat dengan siapa ia bertabrakan. Matanya menatap kaget orang itu. "Tuan Kendrick." Jujur saja lidahnya kelu, mengucapkan kata tersebut. Padahal ia tahu be

