Cerys mengendarai kendaraannya seorang diri menuju tempat seseorang yang sangat ia rindukan. Membicarakan orang itu kemarin, membuat rindu yang ada di dalam hatinya tidak bisa ditahan lagi. Meskipun dunia mereka telah berbeda. Ia masih menganggap orang itu masih ada di dekatnya. Mendukung apapun yang ia lakukan dan tengah tersenyum bangga padanya saat ini. Di mana ia telah berani menghadapi masa lalu yang dulu menghancurkannya. Cerys menatap sendu tempat peristirahatan di depannya seraya mengukir senyum di wajahnya. Ia lalu berjalan ke samping duduk di dekat batu nisan yang bertuliskan Austin Axton. Ya, tempat ini adalah rumah suaminya yang baru. Tempat yang sering ia kunjungi kala senang dan sedih, tempat ia mencurahkan isi hatinya juga tempat yang bisa membuatnya tenang. "Selamat pag

