(Bukan) Istri Pilihan - Sesal yang Dalam Author's POV Apa Anastasya bahagia mendengar semua ini? Hancur satu hancur semua. Sama sekali ia tidak bisa menyimpulkan perasaannya. Tidak habis pikir dengan keputusan sang papa. Disaat memiliki Bu Mega, papanya mendua, dikala Bu Mega mundur, dilepaskan pula yang kedua. Mungkin ini adil. Adil bagi mereka bertiga dan papanya memilih hidup sendirian. Menikmati hari tua yang seharusnya bahagia memetik kemenangan setelah anak-anak tumbuh dewasa dan memiliki kehidupan sendiri. "Apa yang sedang kamu pikirkan?" Yoshi melingkarkan lengan di pinggang istrinya. Saat Anastasya berdiri di dekat jendela kamar. Menatap bulan purnama di atas sana yang berwarna pucat. "Kenapa papa nggak mempertahankan mama? Jadi masih bisa berkumpul secara leluasa bersama

