"Lu ingat saat gue kecelakaan pas SMP itu?" tanya Rehan, tanpa menatap lawan bicaranya, Rasya hanya mengangguk, "Dia yang donorin darah ke gue" lanjutnya "gue tahu, gue lihat betapa khawatirnya dia, sampai setiap hari datang ke rumah sakit, jagain lu, menangis di samping Lu, berharap lu segera bangun dari koma" terang Rasya, "Tapi lu pas bangun,malah mengusirnya, memaki. Lu nggak tahu, betapa hancurnya hatinya. Lu tega tau nggak?" Rasya jika ingat kejadian itu, ia juga kesal sendiri dengan Rehan, "maaf. Gue bener bener nggak tahu" sesalnya. "gue merasa kecewa pas dia dengan berani nyium Bagas, apalagi malah Bagas minta yang sebelahnya dan Clara menuruti permintaannya" "Lu cemburu" "nggak tahu" jawab Rehan, datar. "Dia bilang ama gue, dia suka sama Lu, hanya saja takut kehilangan Lu

