Kampus

799 Kata

Aku kembali pulang saat adzan pertama berkumandang. "sayaang, kamu darimana jangan bikin aku khawatir, aku minta maaf. Aku bisa menjelaskan." katanya bertubi, ia memelukku. Aku diam tidak membalas pelukannya. Seharusnya aku mendengarkan penjelasan Rizky, bukan malah pergi begitu saja. "Sayaang, jangan diamin aku... Aku bisa jelaskan" katanya, ia melepas pelukanya, dan tanganya ditangkupkan didepan dadanya. "sudah sana berangkat ke masjid" suruhku. Tanpa melihat ekspresi Rizky aku bergegas masuk ke dalam rumah. Entahlah apa yg aku fikirkan. Fikiranku terasa kosong. Aku tidak percaya jika Rizky berkhianat, namun foto pelukan itu yg membuatku mencurigainya. Sebab nampak nyata, bukan editan. Selepas shalat maghrib aku menyiapkan makan malam, dan bergegas berangkat ke rumah sakit. Diantar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN