Suasana kelas berubah jadi hening, Rizky ingin tertawa, namun ia tahan. melihat wajah-wajah serius murid-muridnya. "Jadi Bapak itu waktu SD, sangat cupu. korban bully-an. Bapak pendiam, Saking pendiamnya, diapa-apain nggak pernah ngelawan, itu yang membuat Bapak selalu di ledekin teman-teman, di bully, di suruh ngerjain PR mereka. Dan suatu hari Bapak menangis, sebab buku PR Bapak di robek oleh mereka. Di situlah Bapak di tolong, seseorang perempuan jelita, yang pandai bela diri" terang Rizky, membayangkan awal mula bertemu Qiila. "Cieee ciee" murid yang bernama Tomy menimpali. "Diem dulu loe, Dodol!" Bentak Clara, cewek tomboy yang sangat bar-bar. Yang lain malah tertawa. "Baiklah cukup sekian, silakan kalian kerjakan, tugas yang Bapak berikan?" Rizky mengintrupsi. "Yaaelaah Bapak,

