Di dalam ruang perawatan. Farrel masih tertidur, entah tidur entah masih pingsan., nampak pucat wajahnya, tangan kirinya terpasang jarum saluran infus. Rizky masuk dengan Qiila mengekor di belakangnya. "Izmir, Bagaimana sudah bangun belum?" Tanya Rizky, saat ia masuk ruangan, "belum, pak" jawab Izmir, pandangannya teralihkan, ia melihat Qiila di sampingnya. "Oh iya, ini istri Bapak, namanya Qiila," "Saya Izmir, Bu" ucap Izmir, sambil menyalami Qiila, Qiila merasa geli di panggil Ibu. Qiila hanya mengangguk, sambil mengulurkan tangannya. "Di kelas, Farrel dekat sama siapa?" tanya Rizky, "Hhmm si Rehan sih pak, tapi Rehan nya lagi tidak masuk, lagi sakit juga" jawab Izmir. "Rehan sama Farrel sama-sama pendiem, tapi Farrel lebih suka menyendiri" lanjut izmir. "Begitu ya?" "Mas, a

