Piala bergilir

1943 Kata

Sepeda motor yang di kendarai Rehan melesat dengan kecepatan penuh, ia tersenyum sinis ,,saat melihat manusia yang menantangnya balapan mencoba mengejarnya. "coba saja kalau lu bisa ngejar gue" gumamnya, iapun mengendarai dengan zig zag, membuat musuhnya susah menyalipnya, Di depan pertigaan rambu rambu lalu lintas nyala kuning, Rehan menambah kecepatan laju motornya, Dan si anak yang menantangnya tersebut, tidak bisa mengejar sebab lampu sudah berubah merah. Dan ia harus berhenti. "sial..!" umpatnya. Rehan tertawa puas. Ia kemudian mengendarai motor dengan santai, Rehan sampai di depan rumahnya, iapun memasukan sepeda motor Clara. Di masukan ke garasinya, lalu ia masuk lewat pintu depan, saat ingin membuka pintu. pintunya terkunci dari dalam. Ia pun memencet bel rumah, tidak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN