9. Sepatu

1082 Kata
Soya merengut setelah turun dari bus di halte dekat sekolahnya. Dia sudah berdandan dengan rapi, tapi brian tidak menjemputnya. Soya kira, brian akan menjemputnya seperti kemaren melakukan tindakan yang tidak terduga, kerumahnya di tengah malam atau membayar belanjaan nya. Yang lebih buruk lagi, soya yang melancarkan aksi modusnya pada brian. Malah nana yang sekarang berangkat sekolah dengan vano. "NA!" soya menghampiri nana yang tersentak kaget karna baru turun dari motor vano. "gini ya kelakuan lo sama gue, pantesan gue mau nebeng lo nolak" soya berkacak pinggang. "alay banget lo soy" nana menjawab. "enggak gitu nana sayang, gue yang modusin brian, lo sama vano yang boncengan berdua" soya mendengus kesal. "sekolah rindu sekolah, si kelinci tuh terima kasih kali udah jomblo, gebetannya kagak peka" jawablah. "kelinci mata lo mau gue colok" nana menyahut. "iiiih permata bikin punya nama panggilan sayang. Gue sama baby brian kapan saja" soya memanyunkan bibirnya. "Terima kasih ya, van" nana merangkul tangan soya dan mearik gadis itu berjalan pergi. Soya menarik nafasnya, berusaha menarik perasaan kesal nya. "Na, lo kan suka nya kak janu?" soya bertanya. "dia suka nya kecap" nana menjawab. "na, lo tau kan gue suka nya siapa" "tau, lo itu teman gue. Lagian kita temenan enggak membahas dua tahun kedelai, gue kenal lo dari kecil. Makanya awalnya gue khawatir lo suka nya brian" "na, gue mau curhat" soya berkata dengan serius. •• Angga dan melihat brian dengan pandangan pandang. Apalagi sepatu yang dipakai di brian hari ini. Brian hanya mendengus, lalu melangkahkan kaki ke arah kantin, Sementara sekarang sedang jam pelajaran. Mereka bertiga melewati lapangan basket yang sekarang di isi oleh anak kelas sebelas yang sedang pelajaran olahraga. Vano tersenyum lebar melihat gadis dengan rambut di kuncir dua yang sekarang sedang berjalan bersama si miss sekolah. "brian, soya tuh" vano berkata. "bening banget ya" angga menjawab. "jangan di lihatin!" tegas brian. "sok nolak, padahal mau" vano mencibir. "Nana" panggil vano. Soya menoleh bersama dengan nana, bunga dan seina yang juga memandang brian dan kawan-kawannya yang berada di atas lapangan. Senyum soya langsung mengembang melihat brian, gadis itu langsung melepaskan tangan nana dan lari kecil menghampiri brian. Soya menekuk memulai saat berdiri di depan brian. "kok enggak jemput?" soya bertanya. "jantan" brian menjawab acuh. Soya mengerucutkan bibirnya dan menundukkan kembali, tapi sedetik kemudian dia mendongak melihat brian di memulihkan lalu menatap ke arah bawah lagi, ke arah sepatu brian dan juga sepatu itu. "ih kamu banget manis" soya tersenyum lebar, senyum yang harus brian akui, senyum tercantik yang pernah di lihatnya. Brian mencoba menetralkan detak jantungnya lalu mengangkat satu alisnya, dengan tangan yang dimasukkan ke saku celana. "katanya enggak mau pakai yang couple, ini buktinya kamu pakai sepatu couple kita" "minggir!" brian berkata. "Eitss ... Nanti dulu" soya merentangkan permohonan. "apa lagi?" brian mendengus, menatap kesal ke arah soya "nanti istirahat tungguin soya di kantin ya, tempat favorit kita. Soalnya soya mau pamer kita pakai barang couple" Brian berdecak kesal, memegang kedua bahu kedelai. Menatap kedelai dengan tatapan yang sulit untuk kedelai artikan. Untuk beberapa detik soya tahan nafasnya saat mata tajam brian memandangi, jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Brian menggeser tubuh soya, lalu tersenyum miring berhasil membuat gadis diam diam itu berhasil. Brian melanjutkan langkah kakinya, pergi soya yang sedang memulihkan sambil memegang d**a nya. "kedelai" bunga mengguncang bahu soya, membuat gadis itu akhirnya tersadar. "tadi gue kayak patung?" soya bertanya. "iya, malu-maluin status lo sebagai rindu sekolah aja" seina menggeleng. "dasar butchin" nana menambahkan "cus lah ganti baju, habis itu ngantin juga" "Lihat aja sih mau ketemu si vano" seina mengambil. "iiih, ini jantung gue jedag jedug. Kan harusnya gue yang bikin baby brian kesemsem sama gue. Di pikir enak apa ngalamin cinta sepihak" soya menyahut. •• Semua orang melihat ke arah soya dan brian yang sekarang berjalan berdampingan, sudah dua kali ini mereka melihat seorang brian berjalan dengan ketinggalan sekolah seperti soya.  "brian" "hmm?" "Ada kenalan yang jual apartemen enggak?" Brian menghentikan langkahnya, menoleh ke sampinga nya, melihat gadis yang tinggi hanya sedada nya dengan rambut hitam panjang itu. "jelasin!" brian berkata. Brian memperhatikan wajah soya yang sekarang terlihat sedih tetapi detik berikutnya gadis itu langsung tersenyum seakan tidak terjadi apa pun. "ayo pulang, anterin ke rumah nana aja ya" jawab soya. "gue minta lo jelasin, soya" brian memegang tangan soya. "enggak kok, nanti aku nanya nana, bunga sama seina aja masalah apartemen. Soalnya aku takut tinggal sendiri di rumah gedong sambil" soya menjelaskan. Brian melepaskan tangan soya, lalu merangkul bahu gadis itu. "jangan geer!" brian berkata. Soya tersenyum lebar. "duh apalah arti cewek-cewek yang ngejar kamu, jika soya yang selalu kamu rangkul" soya berkata. Brian penasaran dan terimaan, ya. Hanya itu, yang brian rasakan sekarang bukan berarti dia juga punya perasaan untuk gadis di rangkulannya sekarang. Brian membukakan pintu mobil untuk kedelai, setelah gadis itu masuk. Brian memutari mobilnya dan masuk. Soya sudah sibuk dengan ponselnya dan brian tidak terlalu mempermasalahkan itu, bahkan sebebarnya dia kesal karna Soya sibuk dengan ponselnya dan mengabaikannya. "brian boleh pinjam tangan?" soya bertanya. Brian mengerutkan keningnya, tetapi menerapkan juga terulur. Melihat itu soya langsung tersenyum lebar dan diletakkan di atas telapak tangan brian dan memfoto nya. "maaf ya, aku cuma pinjem loh. Jangan marah!" soya berkata, dan sekali lagi untuk hari ini brian mengalah, dia hanya menghela nafas dan kembali fokus menyetir.  Seperti oleh sienaAndini , Couplegoals , jinashop dan 18.567 lainnya. Soyaaa_ mau pamer nail art, sekalian modusin kamu. Ehehe, makasih juga udah nganterin pulang dengan muka kamu kamu emang ganteng itu, pdhl sih aku tau kamu khawatir kan. Udah tenang aja, kalau aku selalu senyum berarti aku enggak ngenes bgt. ❤❤ @BrianAltalarick_ Komentar di nonaktifkan. Soya mengalihkan fokus pada brian dan tersenyum. "brian" soya mengundang "hmm?" brian jawab. "nanti kamu kuliah di mana?" soya bertanya. "jangan jauh-jauh, aku enggak bisa ldr" "lo bukan pacar gue!" brian jawab. "ih, jangan gitu. Nanti aku di ambil orang gimana?" "bodo" "brian, jangan pulang ke habitat kamu ya, jangan kuliah di lingkungan yang banyak bule kayak kamu" "terserah gue lah" brian menjawab, lalu memarkirkan mobilnya di salah satu restoran. "ya jangan !, cewek sana montok-montok. Aku sih enggak percaya diri, aku juga seksi." "Pergilah kuliah di sini, puas lo" brian turun dari mobilnya. Soya tersenyum lebar, dia jadi punya alasan untuk tinggal di kota ini tanpa harus ikut salah satu dari padanya. "baby brian tungguin soya" "nanti tunggu soya ya !, sekolah pasti sepi enggak ada kamu" Soya masih terus mengoceh sampai mereka duduk di restoran lantai dua itu. "salah lo" brian menjawab. "oh iya, kenapa kita enggak ke mcd aja?" soya bertanya. "ketemu nyokap" brian jawab Soya membulatkan pandangan saat mendengarkan jawaban brian, dan yang lebih mengagetkan, seorang wanita seumuran setuju dia tersenyum dan menepuk bahu brian. " Brian" ..................................... Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN