Episode 36

810 Kata

          Raihan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan di restaurant. Bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula. Setelah kegagalannya mendapatkan tender, ia juga di tinggalkan oleh Aisyah. Hatinya sangatlah hancur berkeping-keping.           Raihan bahkan menjadi sosok yang sangat pendiam. Ia tidak ingin berbicara dengan siapapun.           “Assalamu’alaikum, Han.”           Raihan menengadahkan kepalanya melihat ke sumber suara. Nazwa terlihat berdiri dengan senyuman merekah di ambang pintu.           “Wa’alaikumsalam,” jawab Raihan dan kembali fokus dengan layar laptop di depannya.           “Kenapa kemarin kamu tidak menjemputku di rumah sakit? Padahal aku menunggumu,” seru Nazwa.           Raihan tidak menjawab pertanyaannya.           “Ada apa kamu kesini?” tanya Raihan tampak ding

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN