“Assalamu’alaikum,” salam Raihan memasuki rumahnya. “Wa’alaikumsalam, Rai kemarilah dulu,” seru Milla. Raihan yang sedang malas, berjalan lesu mendekati Milla. “Ada apa, Ma?” “Undangan pernikahan kalian telah selesai, kamu butuh berapa undangan untuk teman-temanmu?” tanya Milla. “Lupakan saja, tidak akan ada pernikahan,” seru Raihan. “Eh? Apa?” “Ini titipan dari menantu Mama,” seru Raihan merogoh saku celananya dan menyimpan cincin di atas meja. “Lho, ini kan cincin pertunangan kalian. Kenapa kamu serahkan ke Mama?” tanya Milla merasa bingung. “Raihan kan sudah bilang, tidak akan ada pernikahan, jadi batalkan saja semua ini,” ucap Raihan berjalan meninggalkan Milla yang syock.

