Ren mempercepat langkahnya. Perasaannya mendadak tidak enak sejak ia keluar dari restauran tadi. Ia mengutuk habis-habisan kepada rekannya yang dengan bodohnya mengajak bertemu di tempat umum seperti itu. Ren harus bersusah payah menutupi jati dirinya hanya untuk antisipasi kalau-kalau ada yang mengenalinya di restauran tadi. Ren yakin sekali dirinya bukan jenis manusia terkenal seperti selebritis, tapi tetap saja reputasinya sebagai cowok baik hati di sekolah membuatnya cukup terkenal. Anak-anak di sekolahnya tersebar di kota ini, dan bisa jadi berpapasan dengannya. Meski mereka mungkin tak akan mencurigai tingkah Ren, tetap saja ia merasa was-was. Untung saja, Ren sama sekali tak melihat sosok-sosok yang kiranya mengenalnya, meski tidak menutup kemungkinan bahwa

