Pikiran Du Ze masih tak tenang, dengan mudahnya mereka melakukan hal ini. Bukannya Du Ze mengharapkan kendala untuk mereka. Hanya saja entah kenapa ini terlalu lancar. Rasanya seperti mereka telah di tuntun kemari oleh orang-orang yang tahu bahwa mereka mengikuti. Sayangnya, Helga dan Sam tidak menanggapi kekhawatirannya. Mereka pikir lebih bagus jika semuanya berjalan mudah, maka dengan begitu mereka tak perlu berlama-lama berkutat dengan hal seperti ini. Mereka bertiga memiliki kehidupan masing-masing yang berbeda, dan memang tidak akan pernah sama. Dunia mereka berbeda, walau mereka berada dalam sebuah lingkungan yang nyaris sama. Tapi Du Ze tetap tak mampu menyembunyikan kekhawatirannya, perasaannya berkecamuk tak menentu. Terlalu sering berurusan dengan orang-orang ‘perusa

