Tubuh Sam menegang. Ia tidak bisa bergerak dengan pisau yang nyaris merobek lehernya. Napasnya naik turun bersamaan dengan adrenalinnya yang terpacu. Rasa dingin dari logam tajam itu membuat Sam merinding tanpa sadar. Sam tidak pernah berurusan dengan hal-hal yang membahayakan nyawa begini. Salah bergerak sedikit saja, leher Sam akan tergorok. Masih bagus kalau ia langsung mati, kalau ia harus tersiksa dulu dengan rasa sakitnya bagaimana? Ini jelas pengalaman terburuk Sam sepanjang hidupnya. Sam meneguk ludahnya susah payah. “Siapa lo?” tanya Sam dingin. “Nggak perlu tahu siapa gue, jangan pernah berbalik atau lo mati di sini, sekarang juga.” balasnya tak kalah dingin. Sam tak punya pilihan lain selain menuruti perkataan orang yang menodon

