Keesokan harinya, Ethan terbangun lebih pagi dari biasanya. Cahaya matahari pagi Korea menyelinap melalui celah tirai kamar hotelnya, menerangi ruangan yang terasa lebih ringan dibanding hari-hari sebelumnya. Hari ketujuh. Hari terakhirnya di Korea. Semua urusan pekerjaan telah rampung dengan hasil yang memuaskan. Untuk pertama kalinya sejak tiba, dadanya terasa lega. Ia berdiri di depan cermin, merapikan kemeja dengan gerakan cepat namun tenang. Tidak ada rapat, tidak ada agenda resmi hari ini. Hanya satu tujuan yang terus berputar di kepalanya sejak semalam--Kylla. Besok ia akan kembali ke Indonesia. Besok ia akan memeluk istrinya, sungguh-sungguh, tanpa layar di antara mereka. Ethan keluar dari hotel sendirian, tanpa Samuel, tanpa pengawalan. Ia berjalan menyusuri kawasan pertokoan te

