33

1750 Kata

Setelah merasa matang dengan rencana yang dibahas di dalam lemari sapu yang pengap, akhirnya Edgar dan Korie membuka pintu lemari sapu. Mereka berdua segera keluar dari lemari sapu setelah meyakinkan diri jika kondisi cukup aman. Mereka berjalan menyusuri lorong dengan waspada. Lampu-lampu lorong yang redup telah dinyalakan untuk membantu penerangan. Dari jendela, mereka dapat melihat langit malam yang telah sempurna. Siang telah berakhir tanpa mereka sadari. Dengan wajah tegang, mereka berdua terus berjalan menyusuri lorong. Mereka berhenti mendadak ketika menemukan seorang pelayan tua yang membawa nampan di belokan lorong. Reflek, Edgar dan Korie mundur selangkah secara bersamaan. Sesaat mereka bertiga hanya saling berpandang-pandangan. Pelayan tua itu menatap datar kepada mereka. Edg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN