Edgar meninggalkan pesta pora di Kantin Lapas yang kini dikuasai oleh para pemberontak yang merayakan kebebasan. Sebenarnya ia tidak perlu dikawal, namun Korie dan Kas dengan setia berjalan di kanan-kirinya, bagaikan para pengawal saja. Keduanya pun bertingkah sama persis, berjalan dengan satu tangan membawa makanan, dan tangan satunya lagi membawa minuman. Mereka bertiga menuju ke ruang interogasi karena tempat itu adalah tempat terakhir kali Edgar bersama dengan Gail. Namun ruang interogasi itu kosong. "Coba lihat," kata Korie yang meletakkan denah di atas meja interogasi. "Oh, bukankah ini milik Dave?" Kas segera mengenali lukisan denah di atas kain itu. Sama seperti Korie, Kas dapat mengenali tanda tangan yang menurut Edgar tampak seperti coretan tak disengaja di sudut kain. "Ya, E

